Manusia multi peran

source: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/60/Topeng_Bali.jpg

source: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/60/Topeng_Bali.jpg

Manusia adalah mahluk sosial, suka tidak suka setiap manusia pasti akan berinteraksi, baik dengan manusia lainnya dan juga alam. Bahkan astronot yang sedang mengambang sendiri di luar angkasa juga berinteraksi dengan rekan kerjanya di bumi sembari berinteraksi juga dengan benda – benda angkasa.

Manusia juga adalah aktor / aktris, suka tidak suka dia adalah seorang pemeran di pertunjukkan kehidupan , kadang menjadi pemeran yang natural, kadang juga memerankan sesuatu dengan keterpaksaan / kepalsuan.

Lalu apa hubungan antara bermain peran dan mahluk sosial?

Disadari atau tidak, manusia dalam kehidupan memiliki sejumlah peran dalam hidupnya. Pada setiap peran terdapat tanggung jawab dan juga manfaatnya masing – masing.

Ada peran yang by default harus kita jalani, seperti sebagai anak dan juga penganut agama yang biasanya mau tidak mau harus mengikuti apa kepercayaan orang tua kita.

Ada juga peran yang kita jalani karena memang kita membutuhkan, seperti peran sebagai siswa karena kita butuh ilmu pengetahuan (Atau ijazahnya :p ) dan juga peran sebagai pekerja / pengusaha karena tidak bisa dipungkiri kita butuh uang untuk hidup.

Yang saya lihat kebanyakan orang hanya bergerak pada 2 koridor peran itu, dan selama mereka bisa menjalani peran itu dengan baik, maka lancar dan bahagialah kehidupannya.

Namun ada sejumlah orang yang terlihat berbeda, mereka melakoni peran bukan karena mereka by default harus menjalaninya ataupun karena mereka membutuhkannya. Mereka bisa saja tidak memerankan hal tersebut, karena tidak akan ada dampak signifikan bagi dirinya. Namun walau begitu mereka tetap melakoni peran tersebut, bahkan sering kali dengan bersemangat.

Apakah peran itu sebenarnya? itulah peran yang saya bahasakan sebagai peran sosial, peran yang tergerak oleh dorongan untuk berbuat sesuatu yang berguna bagi manusia dan alam. Tiap orang menjalani peran yang berbeda – beda, sesuai dengan kemampuan dan passionnya masing – masing. 

Berbicara tentang peran sosial ini bukanlah hanya peran – peran besar dan signifikan seperti penggerak organisasi penyelamatan hewan tingkat internasional, penggalang dana kemanusiaan untuk korban perang, ataupun pencipta obat herbal murah penangkal penyakit mematikan. Peran sosial adalah sesederhana bagaimana seorang tentara yang sedang bertugas di pendalaman juga rela mengajar baca tulis bagi masyarakat yang masih kesulitan akses sekolah. Sesederhana juga seorang ibu rumah tangga yang membuat perkakas dari barang daur ulang dan menularkan kemampuannya ke para tetangganya.

Namun selayaknya pertunjukkan, orang – orang seperti ini jumlahnya masih bisa dihitung sebanyak hitungan episode film. Dan jutaan orang lainnnya? sebagian besar masih sibuk dengan urusan kerjanya, bergelut dengan kesibukannya sendiri dan tidak menunjukkan kepedulian terhadap kondisi sosial dan alam.  Mungkin mereka peduli, ah tapi hanya pada tahap berkomentar. Syukur kalau berkomentar positif, yang biasa terlihat malah kecaman dan upaya mencari kambing hitam. Namun apakah ada aksi dari mereka? hmm… jauh panggang dari api.

Saya selalu membayangkan dunia dimana seluruh manusia bersatu dan saling membantu, mengembangkan ilmu pengetahuan namun tetap bersahabat dengan alam. Menularkan hal – hal positif ke orang lain dan mengevaluasi hal – hal negatif hingga jangan sampai terulang apalagi dilakukan oleh dirinya sendiri.

Namun impian saya sepertinya masih jauh, bahkan serasa tidak realistis. Tapi saya selalu percaya kalau sesuatu yang bisa manusia bayangkan berarti manusia bisa melakukannya. Namun tentunya tidak bisa sendiri tapi harus berawal dari diri sendiri. Saya bukan superman yang memilki kekuatan jauh diatas manusia biasa sehingga dia bisa saja mendikte manusia untuk melakukan apa yang dia inginkan.

Tetapi manusia memiliki kekuatan khusus yang tak kalah hebatnya yang bernama hati. Ketika manusia melakukan sesuatu dengan tulus maka muncullah kekuatan perannya sebagai seorang inspirator. Layaknya api dari korek kecil yang waktu hidupnya sangat singkat namun dapat menghidupkan lilin – lilin kecil , obor, bahkan api unggun besar.

Maka marilah kita mulai mencari peran kita , peran dimana kita bisa berkontribusi bagi masyarakat dan atau alam. Melakoni sesuatu yang bukan karena kita wajib ataupun butuh. Tetapi karena kita merasa bahwa itu adalah tanggung jawab kita sebagai manusia, yang sudah mendapat banyak rahmat dari sesama manusia dan alam. Dan inilah saatnya kita mulai bergerak untuk memberikan sesuatu untuk mereka. Menjadi korek kecil yang dapat menyulut api inspirasi untuk kehidupan masa depan manusia dan alam yang lebih baik.  Mari menjadi inspirator di hal yang kita sukai, di sesuatu yang memang kita ingin jalani.

So, mari kita mulai bertanya ke diri kita masing – masing, apa peran saya untuk kemanusiaan dan alam? apa yang bisa saya berikan untuk mereka? jika kita tidak memulai, lalu siapa lagi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>