Musibah ATM Skimming Bank Mandiri

Beberapa tahun yang lalu pernah menulis tentang praktik ATM skimming yang sedang marak terjadi. Tak disangka, ternyata saya juga menjadi korban juga :( . Disini saya akan berbagi pengalaman yang sama alami:

23 Juli 2016

Sekitar jam 10 malam ketika sedang dalam perjalanan saya ditelpon oleh  seseorang yang mengaku dari bank Mandiri. Dia ingin menkonfirmasi bahwa terjadi transaksi debit tak wajar dari akun rekening saya dari Filipina. Awalnya saya tidak langsung percaya karena saya takut si penelpon ini adalah orang yang ingin menipu. Sambil lanjut menelpon saya buka sms dari 3355 untuk mencari tau apakah benar ada notifikasi transaksi debit. Ternyata benar, ada 2 traksaksi debit dengan nominal besar yang terjadi pada jam 8 malam. Padahal pada hari tersebut saya tidak ada menggunakan kartu ATM sama sekali. Petugas bank Mandiri tersebut menyarankan agar saya memblokir sementara ATM untuk mengindari terjadinya penarikan lagi. Sayapun mengiyakan saran tersebut.

Ingin memastikan apakah benar sudah terblokir, saya menelpon contact center bank Mandiri 14000 bagian pemblokiran kartu debit. Saya menceritakan kembali kejadian yang saya alami. Lalu petugas yang melayani memastikan bahwa kartu saya sudah terblokir. Petugas tersebut juga menyarankan agar pada hari senin segera ke bank untuk mengganti kartu debit dan memproses kehilangan dana.

Sesampainya saya dirumah, saya langsung membuka internet banking untuk melihat history transaksi yang terjadi. Terjadi sejumlah kegiatan transaksi seperti dibawah ini. 2 nominal transaksi besar dengan jumlah identik terjadi untuk transaksi VAP-SN_FRNDO_CO & VAP-BDO/0010319 . Yang lainnya hanya transaksi sejumlah 20.000 & 5.000 yang sepertinya adalah biaya administrasi karena mengakses dari non sistem bank Mandiri. Saya sebenarnya penasaran dengan seluruh konten transaksi sehingga bisa melalukan mapping tujuan transaksi. Namun karena data yang tertulis tidak lengkap, jadi saya hanya bisa menebak dengan searching menggunakan informasi yang ada.

25 Juli 2016

Di sela – sela istirahat siang saya mengunjungi kantor cabang bank Mandiri yang terteletak paling dekat dengan kantor. Disitu saya langsung menuju CS untuk menyampaikan keluhan yang saya alami. CS dengan segera menanyakan perihal dan sedikit kronologis kejadian. Lalu dia membuka log transaksi untuk melihat transaksi yang ingin diklaim. Awalnya CS mengira hanya 1 transaksi, namun saya mengingatkan bahwa seluruh transaksi pada tanggal 23 Juli 2016 adalah transaksi siluman. Dia pun mencatat dan mencetak 2 transaksi yang dengan nominal transaksi besar yang identik tersebut untuk dokumentasi pelaporan. Lalu sebelum memproses lebih lanjut laporan tersebut saya langsung menyela untuk klarifikasi, apakah nantinya uang saya yang kembali adalah seluruhnya atau hanya di 2 transaksi besar itu saja? Karena jika dihitung-hitung, transaksi-transaksi kecil yang terjadi sudah diatas 50rb, dan tentunya itu adalah hak kita. CS pun mengiyakan kalau nantinya uang yang kembali adalah seluruhnya, lengkap dan komplit dari seluruh transaksi. Ok saya pegang kata-kata ini. Lalu saya menandatangani lembar laporan keluhan tersebut sebagai bukti persetujuan.

Lalu pertanyaan krusial yang tentunya akan ditanyakan oleh semua orang adalah, “Berapa lama perlu proses untuk pengembaliannya?” CS pun menjawab dengan memohon maaf bahwa untuk klaim seperti ini bisa menghabiskan waktu hingga 2 bulan. OMG… 2 bulan, untung saya masih ada cadangan dana. Kalau semua terpusat disana, matilah saya. Tapi ya setidaknya ada itikad baik memberikan jangka waktu.

Sembari memproses kartu debit baru untuk saya, CS itu pun bercerita kalau saat ini sedang marak kembali terjadi card skimming. Bahkan pada hari ini juga terdapat nasabah yang komplain terkena skimming. Entah bank Mandiri yang kurang bagus sistem keamanannya ataupun memang sindikat besar sedang bermain, tapi ini jadi peringatan bagi kita semua bahwa harus berhati – hati menggunakan kartu ATM. Terutama di daerah ramai seperti daerah pariwisata yang notabene sasaran empuknya adalah para wisatawan. Namun ini tidak menuntup kemungkinan terjadi di tempat lain yang sekiranya memungkinkan seperti minimarket, ATM di daerah sepi, dll.

 

—bersambung—

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>